Selasa, 11 Februari 2014

JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM



 JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM

Jazirah Arab adalah tempat lahirnya agama Islam dan kemudian menjadi pusat Islam, merupakan pusat dari peradaban dan kebudayaan Islam. Oleh karena itu, perlu dijelaskan mengenai keadaan geografi, penduduk, politik, ekonomi, dan sosial, bahkan agama, sebelum lahirnya agama Islam.

A.    Keadaan Negeri Arabia
Negeri Arabia terletak di sebelah barat daya Asia, dan merupakan semenanjung yang dikelilingi laut dari tiga jurusan; Laut Merah, Lautan Hindia, dan Teluk Persia.
            Negeri-negeri Arabia pada umumnya terdiri dari padang pasir (sahara), tetapi tidak semuanya tandus, ada pula yanga subur.
            Para ahli geografi purba membagi Jazirah Arabia sebagai berikut.
a.    Arabia Petrix, yaitu daerah-daerah yang terletak di sebelah barat daya Lembah Syria.
b.    Arabia Deserta, yaitu daerah Syria sendiri.
c.    Arabia Felix, yaitu negeri Yaman, yang terkenal dengan nama “Bumi Hijau”.
Adapun ahli sejarah membagi penduduk Jazirah Arabia sebagai berikut.
1.      Arab Baidah (bangsa Arab yang telah punah), yaitu orang-orang Arab yang telah lenyap jejaknya dan tidak diketahui lagi, kecuali karena tersebut dalam kitab suci, seperti kaum Ad, dan Samud. Di antara kabilah mereka yang termasyur, yaitu Ad, Samud, Jadis, dan Jurham.
2.      Arab Baqiyah (bangsa Arab yang masih lestari), dan mereka terbagi  dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a.    Arab Aribah, yaitu kelompok Qahthan, dan tanah air mereka yaitu Yaman. Di antara kabilah-kabilah mereka yang terkenal, yaitu Jurham, Ya’rab, dan dari Ya’rab ini lahirlah suku-suku Kahlan dan Himyar.
b.    Arab Musta’rabah, mereka adalah sebagian besar  penduduk Arabia, dari dusun sampai kota, yaitu mereka yang mendiami bagian tengah Jazirah Arabia dan negeri Hijaz, sampai ke lembah Syria. Mereka dinamakan Arab Musta’rabah karena pada waktu Jurham dari suku Qahthaniyah mendiami Mekah, mereka tinggal bersama Nabi Ibrahim as. serta ibunya, di mana kemudian Ibrahim dan putra-putranya mempelajari bahasa Arab.
Dari merekalah kemudian timbul bermacam-macam kaum dan suku Arab, termasuk kaum Quraisy, yang tumbuh dari suku induk Adnan.
                                     
B.       Kerajaan-kerajaan Arab
Sebelum Islam, di negeri-negeri Jazirah Arabia, telah berdiri beberapa kerajaan, yang sifat dan bentuknya ada dua macam, yaitu sebagi berikut.
a.         Kerajaan yang berdaulat, tetapi tunduk kepada kerajaan lain (mendapat otonomi dalam negeri).
b.        Kerajaan tidak berdaulat, tetapi mempunyai kemerdekaan penuh, ini lebih tepat disebut Induk Suku dengan kepala sukunya. Ia memiliki apa yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan yang sebenarnya.

Menurut  A. Hasjmy, ada beberapa Kerajaan Arabia yang berdaulat, diantaranya sebagai berikut.
a.         Kerajaan Makyan, kerajaan ini terletak di selatan Arabia, yaitu di daerah Yaman.
b.        Kerajaan  Saba, kerajaan ini juga berdiri di tanah Yaman, yang pada waktu Kerajaan Saba ini menggantikan Kerajaan Makyan. Kerajaan Saba ini terkenal dengan bendungan besarnya yang bernama “Saddul Maarib”.
c.         Kerajaan Himyar, kerajaan ini terletak di antara Saba dan Laut Merah, yang meliputi daerah-daerah yang bernama Qitban sehingga kerajaan ini kadang-kadang dinamakan juga kerajaan Qitban.
d.        Kerajaan Hirah, beberapa kabilah Arab yang tinggal dekat dengan perbatasan Kerajaan Romawi dan Persia mengenyam kemerdekaannya yang penuh.
Kerajaan Hirah ini sangat dekat hubungannya dengan Kerajaan Persia sehingga akhirnya menjadi “wilayah” dari Kerajaan Persia. Hirah terletak di daerah Irak sekarang.
e.       Kerajaan Ghasan, kerajaan ini terletak di daerah Syam sekarang. Kerajaan ini sangat rapat hubungannya dengan Kerajaan Romawi Timur, sehingga satu waktu menjadi wilayah dari Kerajaan Romawi.
f.       Negeri Hijaz, Hijaz mempertahankan kemerdekaannya sejak lama, juga kerajaan Romawi dan Persia tidak dapat menjajah Hijaz.
Penduduk Arab mempunyai satu agama, sedangkan aqidah mereka bermacam-macam, yang menjadi pusatnya adalah Mekah.
g.        Mekah, kota tempat berdirinya Ka’bah. Di sekililing Ka’bah didirikan berbagai patung berhala untuk disembah sebagi tuhan orang-orang Arab.
Pada mulanya Mekah dengan Ka’bah dikuasai Nabi Ismail, kemudian putra sulungnya, Nabit, kemudian oleh penguasa-penguasa dari Kabilah Jurham. Kemudian Kabilah Jurham diganti oleh Kabilah Khuza’ah yang datang dari Yaman setelah runtuhnya Bendungan Maarib, yang dapat berkuasa selama lebih kurang 300 tahun. Pada masa itu mereka banyak berbuat kesalahan, terutama menimbulan paham yang salah terhadap agama.

Kekuasaan Kaum Quraisy
Pada abad V Masehi kaum Quraisy merebut pimpinan Mekah dan Ka’bah dari Khuza’ah. Di bawah pimpinan kaum Quraisy, dan waktu itu Mekah menjadi maju.
Untuk mengurus Mekah dan sekitarnya, didirikanlah semacam pemerintahan oleh kaum Quraisy. Pada zaman Adul Muthalib, Mekah lebih maju dan sumur zamzam disempurnakan pemugarannya, yaitu pada tahun 540 M.
C.      Keadaan Politik
Masyarakat Arab pada zaman jahiliah tidak memiliki pemerintahan seperti sekarang. Mereka hanya memiliki pimpinan yang mengurus berbagi hal dalam keadaan perang dan damai. Sering terjadi antarkaum, antarkabilah, dan antarsuku. Bahkan terkadang ada perang yang terjadi sampai puluhan tahun, misalnya:
1.    Perang Busus; perang ini terjadi antara Kabilah Bakar dengan Kabilah Taghlib selama 40 tahun, hanya disebabkan perselisihan mengenai seekor unta.
2.    Perang Dahis; perang ini terjadi antara pimpinan suku Al-Ghubara dan suku Dahis, juga selama 40 tahun, hanya lantaran beberapa perselisihan kecil.
3.    Perang Fujar; perang ini terjadi kira-kira 268 tahun sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul.
Perang terjadi antara beberapa kabilah dan suku, terjadi selama bulan haram, pada masa berlangsungnya “Pasar Ukaz”. Masalah perang hanya disebabkan masalah kecil, yaitu mengenai seekor unta yang disembelih.

D.      Keadaan Ekonomi dan Sosial
Sesuai dengan tanah Arab yang sebagian besar terdiri dari padang sahara, ekonomi mereka yang terpenting yaitu perdagangan. Masyarakat Quraisy berdagang  sepanjang tahun. Di musim dingin mereka mengirim kafilah dagang ke Yaman, sedangkan di musim panas kafilah dagang menuju ke Syria.
            Perdagangan yang paling ramai di kota Mekah yaitu selama musim “Pasar Ukaz”, yaitu pada bulan Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharrahm. Adapun keadaan sosial mereka, terdapat beberapa segi yang baik dan ada pula yang buruk. Segi-segi yang baik , misalnya setia kepada kawan dan setia kepada janji, menghormati tamu, tolong-menolong antara anggota-anggota kabilah. Segi-segi yang buruk, mislanya merendahkan derajat wanita, suka bermusuhan lantaran masalah sepele.

E.       Kehidupan Intelektual
Sekalipun Jazirah Arabia, terutama Hijaz dan Najd, terpencil dari dunia luar, namun mereka memiliki daya intelektual yang sangat cerdas. Bukti dari kecerdasan mereka dapat dilihat pada berbagi peninggalan mereka, baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Bukti kecerdasan akal mereka dalam ilmu pengetahuan dan seni bahasa, dapat dikemukakan sebagi berikut.
1.    Ilmu Astronomi. Bangsa Kaidan (Babilon) adalah guru dunia bagi ilmu astronomi. Mereka telah menciptakan ilmu astronomi dan membina asas-asasnya. Pada waktu tentara persia menyerbu negeri Babilon, sebagian besar dari mereka termasuk ahli ilmu astronomi mengungsi ke negeri-negeri Arab. Dari merekalah orang Arab mempelajari ilmu astronomi.
2.    Ilmu Meteorologi. Mereka menguasai ilmu cuaca atau ilmu iklim (meteorologi) yang dalam istilah mereka waktu itu disebut al-anwa wa mabburriyah atau istilah bahas Arab modern disebut adh-dhawahirul jauwiyah.
3.    Ilmu Mitologi. Ini semacam ilmu mengetahui beberapa kemungkinan terjadinya peristiwa (seperti perang, damai, dan sebagainya), yang didasarkan pada bintang-bintang. Seperti halnya orang-orang Arab purba, maka mereka pun menuhankan bintang-bintang, matahari, dan bulan. Atas pemberitahuan dari tuhannya maka mereka mengetahui sesuatu.
4.    Ilmu Tenung. Ilmu tenung juga berkembang pada mereka, dan ilmu ini dibawa oleh bangsa Kaldan (Babilon) ke Tanah Arab. Kemudian ilmu tenung berkembang sangat luas dalam kalangan mereka.
5.    Ilmu Thib (Kedokteran). Ilmu thib ini berasal dari bangsa Kaldan (Babilon). Mereka mengadakan percobaan penyembuhan orang-orang sakit, yaitu dengan menempatkan orang sakit di tepi jalan, kemudian mereka menanyakan kepada siapa pun yang melalui jalan megenai obatnya, lalu dicatat. Dengan percobaan terus-menerus akhirnya mereka mendapat ilmu pengobatan bagi  orang skait.
       Pada awalnya pengobatan dilakukan oleh para tukang tenung, kemudian dukun (tabi) hingga akhirnya berkembang. Ilmu kedokteran dari bangsa Babilon diambil oleh bangsa lain, termasuk oleh orang Arab, sehingga ilmu tersebut menjadi berkembang di kalangan bangsa Arab.

F.       Bahasa dan Seni Bahasa
Dalam bidang bahasa dan seni bahasa, bangsa Arab sebelum Islam sangat maju. Bahasa mereka sangat indah dan kaya. Syair-syair mereka sangat banyak. Dalam lingkungan mereka seorang penyair sangat dihormati. Setiap tahun di “Pasar Ukaz” diadakan deklamasi sajak yang sangat luas.
            Dalam bidang bahasa dan seni bahasa kebudayaan mereka sangat maju.
          Khithabah
Khithabah (retorika) sangat maju, dan inilah satu-satunya alat komunikasi yang snagat luas medanya. Di samping sebagai penyair, bangsa Arab Jahilah pun sanagt fasih berpidato dengan bahasa yang sangat indah dan bersemangat. Ahli pidato mendapat derajat tinggi dalam masyarakat, sama halnya dengan penyair.
          Majelis Al-Adab dan Sauqu Ukaz
Telah menjadi kebiasaan masyarakat Arab Jahiliah, yaitu mengadakan majelis atau nadwah (klub), ditempat inilah mereka mendeklamasikan sajak, bertanding pidato, tukar-menukar berita dan sebagainya. Terkenallah dalam kalangan mereka “Nadi Quraisy” dan “Darun Nadwah” yang berdiri di samping Ka’bah.
Di samping itu, mereka mengadakan aswaq (pekan) pada waku tertentu, di beberapa tempat dalam negeri Arab. Tiap-tiap ada sauq berkumpullah para saudagar dengan barang dagangannya, penyair dengan sajak-sajaknya, ahli pidato dengan kuthbah-kuthbahnya, dan sebagainya. Adapun yang sangat terkenal di antara aswaq mereka yaitu Sauqu Uqaz atau “Pekan Ukaz” yang diadakan pada suatu tempat tidak jauh dari kota Mekah menuju Thaif.

G.      Catatan Keturunan
Satu hal yang menjadi sangat penting bagi angsa  Arab Jahiliah, yaitu al-ansab atau catatan keturunan, yaitu untuk memelihara asal-usul keturunan. Oleh karena itu, bangsa Arab pada umumnya menghafal silsilah keturunannya, sampai sejauh-jauhnya, dan mungkin ini pulalah yang menyebabkan mereka memiliki kecakapan khusus dalam memelihara riwayat hadis.

H.      Sejarah
Sejarah (tarikh) seperti yang dipahami sekarang, tidak terdapat pada bangsa Arab Jahiliah. Mereka hanya memindahkan akhbar (berita) yang berserak tentang negeri mereka dan kabar-kabar yang dibawa bangsa lain kepada mereka, seperti perang kabilah-kabilah, kisah Bendungan Maarib, kedatangan pasukan gajah ke Mekah, riwayat Ka’bah, ad, Samud, dan sebagainya.


Dafar Pustaka 



Amin, Samsul Munir. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : AMZAH

Selasa, 12 November 2013

Nasib Mengenaskan Guru-Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam (Defence Againts The Dark Arts)




Nasib Mengenaskan Guru-Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam (Defence Againts The Dark Arts)
By : Dariel Septian
Bagi para penggemar Harry Potter (Potterfreak/Potterhead) pasti sudah tidak asing dengan semua mata pelajaran di Hogwarts. Apalagi dengan pelajaran yang satu ini, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam (PTIH) atau dalam bahasa Inggrisnya  Defence Againts The Dark Arts. PTIH merupakan pelajaran favoritnya Harry Potter. PTIH mengajarkan tentang matra-mantra untuk menghadapi penyihir hitam, benda ilmu hitam, ramuan ilmu hitam dan makhluk ilmu hitam,  seperti  Dementor, Boggart, Gryndillow, Red Cape, dll. Melalui PTIH kita juga dapat mempelajari mantra-mantra seperti Riddiculous, Expecto Patronum, Expelliarmus, termasuk cara untuk menghadapi Avada Kedavra dan kedua temannya yaitu Crucio dan Imperio.
Tapi, kita tidak akan membahas panjang lebar mengenai PTIH di sini, yang akan kita bahas adalah guru-guru yang mengajar PTIH tersebut. Kenapa semua guru yang mengajar PTIH selalu mengalami nasib sial? Kita lihat saja contohnya Professor Quirinus Quirrel yang mati dengan cara melepuh. Oke, dia memang jahat karena membantu Voldemort untuk membunuh Harry, tetapi guru-guru yang lain seperti Gilderoy Lockhart, Remus Lupin, Dolores Umbridge, Profesor Snape semuanya mengalami nasib serupa walaupun nggak semuanya mati, tapi tetap saja nasib sial pasti menerpa mereka.
Baik, mari kita perinci secara satu persatu profesor yang mengajar PTIH beserta nasib naas yang menimpa mereka. Check this out.
1.      Quirinus Quirrel
Profesor yang diperankan oleh Ian Hart tersebut mengajar PTIH sejak 1991-1992. Harry pertama kali bertemu dengan Quirrel di Leaky Cauldron ketika sedang diantar Hagrid ke Diagon Alley untuk membeli peralatan sekolahnya. Quirrel sehari-hari mengenakan turban dikepalanya, yang diakuinya sebagai hadiah dari pangeran Afrika karena bantuannya mengusir zombie.
Pada akhir cerita Harry Potter and Philosopher Stone (Harry Potter dan Batu Bertuah), Quirrel terungkap jati dirinya yang sebenarnya, kalau dia adalah abdi Voldemort. Dia menjadi inang bagi Voldemort yang saat itu belum mempunya tubuh. Dan akhirnya dia mati dengan cara melepuh ketika mencoba menyentuh (mencekik) Harry untuk membunuhnya ─atas perintah Voldemort pastinya. Nah, nasib sial pertama telah dialami oleh profesor Quirrel yang malang.

2.      Gilderoy Lochart
Gilderoy Lockhart merupakan penyihir selebriti yang mempunyai kadar narsis yang tinggi. Gilderoy Lockhart yang diperankan oleh Kenneth Branagh, ditampilkan oleh J.K Rowling di Harry Potter and The Chamber of Secret (Harry Potter dan Kamar Rahasia). Ia mengajar PTIH pada tahun ajaran 1992-1993.
Nasib naas yang menimpanya adalah ketika Harry dan Ron mengajaknya untuk memasuki Kamar Rahasia. Kemudian terungkap bahwa dia adalah seorang penipu, dan ternyata dia tidak pernah melakukan kegiatan hebat seperti yang ditulis di buku-bukunya. Semua itu merupakan pengalaman penyihir-penyihir lain yang diwawancarai olehnya, dan kemudian dia menghapus memori mereka. Dia juga mencoba memantrai Harry dan Ron dengan mantra Obliviate, karena mereka telah mengetahui semua rahasianya. Namun ternyata, dia melakukan sihir menggunakan tongkat sihir Ron yang telah rusak, dan akhirnya sihirnya malah berbalik pada dirinya. Lockhart akhirnya menjadi salah satu pasien di St Mungo. Poor Little Lockhart. :p

3.      Remus John Lupin
Remus John Lupin, atau yang biasa dipanggil Moony merupakan sahabatnya James Potter di masa Mauraders dulu. Dia tampil pertama kali dalam Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (Harry Potter dan Tahanan Azkaban). Di film dia diperankan oleh David Thewlis. Dia juga merupakan seorang Werewolf yang digiggit oleh manusia srigala Fenrir Greyback.
Dia mengajar PTIH pada tahun ajaran 1993-1994. Dia adalah satu-satunya guru PTIH yang berdedikasi dan berhasil di Hogwarts. Terbukti dengan anggapan Harry dkk, jika Lupin adalah guru PTIH terbaik yang pernah ada.
Namun sayangnya Snape yang memang sejak awal tidak menyukai Lupin, keceplosan dan mengatakan didepan anak-anak jika Lupin adalah Manusia Srigala. Hal ini menyebabkan Lupin mengundurkan diri sebagai guru, karena para orang tua tidak menginginkan anak mereka diajar oleh Werewolf. L
Well, walaupun nasib Lupin tidak seburuk yang lainnya, tetap saja dia kehilangan pekerjaannya. Say f**k to Snape. Peace. Jv

4.      Alastor Mad-Eye Moody (palsu).
Kemunculan Moody yang pertama adalah di Harry Potter and The Goblet of Fire (Harry Potter dan Piala Api). Di film ia diperankan oleh Brendan Gleeson.
Moody memiliki penampilan mengerikan, digambarkan seperti dipahat dari kayu oleh orang yang tidak mengerti bentuk manusia yang sesungguhnya. Moody telah kehilangan beberapa bagian tubuhnya, termasuk salah satu matanya dan sebagian hidungnya, ketika sedang bertempur dengan penyihir hitam. Sebagai gantinya ia menggunakan mata gaib yang dapat berputar 360 derajat dan dapat melihat menembus tembok, jubah gaib, bahkan menembus belakang kepanya sendiri.
Dalam Harry Potter dan Piala Api dia ditunjuk sebagai guru PTIH. Melalui dialah Harry, dkk mengenal tiga mantra terlarang yaitu Avada Kedavra, Crucio, dan Imperio.
Pada akhir cerita terungkap, jika Mad-Eye Moody bukanlah Moody yang sesungguhnya. Dia adalah Barty Crouch Jr yang menyamar dengan menggunakan ramuan Polyjuice. Barty Crouch Jr merupakan seorang abdi Voldemort. Alastor Mad-Eye Moody yang sesungguhnya disekap oleh Barty Jr dalam sebuah peti ajaib, dia tetap dibiarkan hidup karena barty memerlukan bagian tubuhnya (rambut) sebagai campuran ramuan Polyjuice.
Crouch yang pada saat itu berencana membunuh Harry digagalkan oleh Dumbledore bersama Snape dan Minerva McGonnagall. Crouh berakhir dengan kehilangan jiwanya akibat dihisap oleh Dementor sebelum di interogasi oleh Cornelius Fudge. Akhir yang mengenaskan bagi Barty Crouch Jr alias Mad-Aye Moody palsu.

5.      Dolores Umbridge
Madam Joe Rowling, menggambarkan Dolores Umbridge sebagai seorang yang menyerupai kodok besar dan pucat. Tubuhnya agak gemuk pendek dengan wajah yang lebar menggelambir dan mulut lebar kendur. Matanya besar, bundar dan agak menonjol. Mempunyai suara yang nyaring dan kekanak-kanakan serta gemar memakai pita dan atribut berwarana pink.
Dolores mempunyai kecurigaan tidak mendasar kepada makhluk non-manusia. Dia lah yang menyebabkan orang-orang seperti Lupin kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dia ditampilkan dalam Harry Potter dan The Orde of Pheonix dan Harry Potter and The Deathly Hallows, diperankan oleh Imelda Stautun.
Pertama kali muncul dalam Harry Potter dan The Orde of Pheonix, sebagai asisten senior menteri sihir. Umbridge mengajar PTIH di Hogwarts atas perintah dari Kementrian Sihir. Dia ditunjuk sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts yang memberikannya hak untuk mengeluarkan dekrit-dekrit larangan di Hogwarts. Masa-masa Umbridge di sekolah diwarnai dengan kekerasan dan hukuman fisik bagi sisiwa yang melanggar dekritnya.
Pasca perginya Dumbledore dari Hogwarts, Umbridge diangkat menjadi Kepala Sekolah di Hogwarts.
Umbridge kemudian bertemu kawanan Centaurus di hutan terlarang (melalui jebakan Harry dan Hermione). Dia diserang oleh Centaurus yang merasa dihina olehnya. Mungkin jika tidak diselamatkan oleh Dumbledore, Umbridge akan bernasib sama seperti Quirrel alias koit. Umbridge akhirnya dirawat di rumah sakit Hogwarts. Seakan tidak cukup kesialannya, ketika dia menyelinap untuk meninggalkan rumah sakit di malam hari, dia bertemu dengan Peeves. Peeves menggunakan kesempatan tersebut untuk mengejarnya dan kemudian memukulinya dengan tongkat dan kaos kaki penuh kapur. Hahaha.. Umbridge yang malang.

6.      Severus Snape
Severus Snape selalu muncul di setiap seri buku maupun film Harry Potter. Di film dia diperankan oleh Alan Rickman. Severus Snape digambarkan berhidung bengkok seperti paruh elang berambut klimis hitam-pendek, dan selalu mengenakan jubah hitam yang mengingatkan Harry pada seekor kelelawar.
Snape mengajarkan PTIH pada tahun keenam Harry Potter di Hogwarts.
Diakhir cerita Harry Potter and The Half-Blood Prince (Harry Potter dan Pangeran berdarah Campuran), Snape membunuh Dumbledore menggunakan mantra Avada Kedavra. Akhirnya Snape melarikan diri ke hutan terlarang bersama Draco Malfoy.
Sebenarnya saya tidak berani mengatakan jika Snape mengalami nasib sial disini, namun mengingat dia harus membunuh orang yang sangat dihormatinya dan meninggalkan Hogwarts yang sudah seperti rumahnya, membuat saya berpikir ulang mungkin itu ada benarnya juga. Well, sekali lagi, saya tidak mengatakan Snape mengalami nasib sial, mungkin hanya bad luck saja. (apa bedanya?) (-_-)

7.      Amycus Carrow
Amycus adalah penyihir yang merupakan pengikut setia Voldemort, biasa disebut Pelahap Maut (Death Eater).
Sebenarnya dia tidak mengajarkan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, tapi Ilmu Hitam saja. Dalam mengajar dia memperbolehkan siswanya untuk menggunakan mantra terlarang, juga tidak segan-segan mengcrucio siswa yang menurutnya salah.
Karena sebagai seorang Pelahap Maut, jadi nasibnya tidak berbeda dengan rekan-rekan seperjuangannya. Sama-sama berakhir di Azkaban setelah si penyihir tanpa hidung alias Voldemort mati. Ya, itu adalah ganjaran yang setimpal bagi si Carrow yang kejam.

Nah, melalui uraian, penjelasan, atau apapun itu yang saya tulis di atas, saya sering bertanya-tanya, kenapa setiap orang yang mengajarkan PTIH (Ilmu Hitam dalam kasus Carrow) selalu bernasib buruk?
Apakah benar jika mata pelajaran tersebut dikutuk?
Atau, apakah Voldemort yang telah mengutuk setiap orang yang mengajar mata pelajaran tersebut, karena dia pernah patah hati (#plak), maksudnya dia pernah ditolak ketika menawarkan diri untuk mengajar PTIH. Well, jawabannya hanya Tuhan dan Mom Joe sendiri yang tau, selebihnya saya hanya bisa bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang. :D

Source : Wikipedia