Rabu, 02 Mei 2012

Agama Islam & Ruang Lingkup


AGAMA ISLAM DAN RUANG LINGKUP
      
A.  Pengertian Agama Islam
Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘as la ma, yus li mu, is la man’ yang berarti tunduk, patuh, menyerahkan diri. Kata Islam terambil dari kata dasar sa la ma atau sa li ma yang berarti selamat, sejahtera, tidak cacat, tidak tercela. Sedangkan kata agama sendiri, menurut Al-Qur’an banyak digunakan kata Din, istilah yang lain juga digunakan oleh Al-Qur’an misalnya millah, shalat.
Din dalam bahasa Smit berarti undang-undang. Dalam Al-Qur’an kata Din mempunyai arti yang berbeda-beda :
1.      Din berarti “agama”  dalam surat Al-Fath 28 di sebutkan :
“Dialah yang mengatur rasulnya dengan petunjuk dan agama yang hak  agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”
2.      Din berarti “ibadah” surat Al-Mukminunn : 14

“ Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

3.      Din berarti “kekuatan” surat Luqman : 32
“Mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya.”
4.      Din berarti pembalasan hari kiamat.. (Surat Asy-Syura : 82)
Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahan pada hari kiamat.”
Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah sendiri, dalam beberapa ayat Al-Qur’an disebutkan :
“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran : 19)

Kedua kata tersebut Din dan Islam, bila digabungkan menjadi Dinul Islam yang biasa juga dipakai istilah agama Islam. Agama Islam menurut terminologi banyak disampaikan oleh para ulama dan cendekiawan, antara lain dikutipkan di sini menurut Abdullah Al-Madoosi yang dikutip Endang Saifuddin Anshari:”menurut pandangan Islam, agama ialah kaidah hidup yang diturunkan kepada umat manusia, sejak manusia digelar ke atas buana ini, dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna dalam Al-Qur’an yang suci yang diwahyukan Allah kepada Nabi-Nya yang terakhir yakni Muhammad bin Abdullah sebagai Rasulullah saw., satu kaidah hidup yang memuat tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup  manusia baik spiritual maupun material (Endang Saifuddin Anshari; 1976 : 79).
Orang yang memeluk agama Islam disebut Muslim (menyerahkan diri kepada Allah swt).
Islam adalah agama sepanjang sejarah manusia, adalah sebagai  pelengkap dari ajaran-ajaran nabi-nabi terdahulu. Seperti Adam a.s, Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Isa a.s.
Allah berfirman :
“Dan Dia tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan, ikutlah agama tuan mu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.”(Q.S Al-Hajj : 78)
“Berkata ia (Bulqis) : Wahai pembesar, sesungguh telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang berharga. Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhhnyya isinya : Dengan (menyebut) nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (selanjutnya isi surat itu berbunyi) janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah padaku sebagai orang-orang yang berserah diri (masuk Islam)”. (Q.S An-Naml : 29-31)
“Maka ketika Nabi Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkata ia : Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah (Islam)? Para Hawariyin (sahabat-sahabat setia) menjawab : Kami penolong-penolong agama Allah, kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnnya kami adalah orang-orang Muslim”. (Q.S Ali Imran : 52)
Islam sebelum diutus kepada Nabi Muhammad saw bersifat lokal yakni hanya untuk kepentingan suku, bangsa dan daerah-daerah tertentu  saja serta terbatas pula periodenya. Islam yang disampaikan para Rasululllah secara estafet bak mata rantai yang sambung menyambung, tetapi mereka dalam satu kesatuan tuggas yang diemban yaitu menyampaikan risalah ilahiyah  (tauhid)  yang menyampaikan ajaran dan peringatan bagi manusia. Di samping itu dilengkapi dengan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan dari tuhan berdasar atas hajad dan kebutuhan masa itu.
Ketika Islam datang kepangkuan risalah Muhammad saw, Islam menjadi agama universal atas berbagai suku dan golongan di muka bumi dan akan disampaikan kepada manusia sampai akhir zaman. Kepada Islamlah manusia di perintahkan Allah untuk berkiblat pada satu komando yaitu :
Artinya : “Tiada tuhan selain Allah”.
Agama Islam adalah agama Allah swt yang disampaikan kepada Muhammad saw untuk disampaikan serta diteruskan kepada umat manusia yang mengandung ketentuan-ketentuan keimanan (aqidah) dan ketentuan-ketentuan ibadah dan muamalah (syariah) yang menentukan proses berpikir, merasa dan berbuat, dan proses terbentuknya kata hati.
Agama Islam adalah jalan hidup (way of life) yang merupakan sumber sistem nilai yang harus dijadikan pedoman oleh manusia. Dengan kata lain Islam merupakan arah petunjuk, pedoman dan pendorong bagi  manusia untuk menghadapi dan memecahkan berbagai problema hidup dengan cara yang benar, yang sesuai dengan fitrah dan kodrat manusia sebagai makhluk Allah swt.

B.  Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan

Pada dasarnya agama Islam terdiri dari tiga unsur pokok utama yaitu, iman, islam dan ihsan, meskipun ketiganya mempunyai pengertian yang berbeda tetapi dalam praktek satu sama lain saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Iman artinya membenarkan dengan hati, mengucapkan dalam perkataan dan merealisasikan dalam perbuatan akan adanya Allah swt dengan segala kemaha sempurnaan-Nya, para Malaikat, Kitab-kitab Allah, para Nabi dan Rasul, serta Qadha dan Qadhar.
Islam artinya taat, tunduk, patuh dan menyerahkan diri dari segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah swt. Yang terdiri atas Syahadatain (dua kalimat syahadat), Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji bagi yang mampu.
Ihsan artinya berakhlak serta berbuat shalih sehingga dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan bermuamalah (interaksi) dengan sesama makhluk dilaksanakan dengan penuh keikhlasan seakan-akan Allah menyaksikan gerak-geriknya sepanjang waktu meskipun ia sendiri tidak melihatnya.

C.  Ruang Lingkup Agama Islam

Kedudukan agama Islam bersifat sui generis (sesuai dengan wataknnya, berbeda dalam jenisnya), di antara agama-agama wahyu. Telah dinyatakan pula bahwa agama Islam bukan hanya agama sempurna tetapi juga agama yang benar. Namun demikian, dalam sejarah perkembangannya, terutama di kalangan ilmuwan, agama Islam sering disalah pahami. Bahwa Islam sering dipahami hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Padahal agama Islam (selain mengatur hubungan manusia dengan Tuhan) juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya, dengan masyarakat dan mengatur pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Islam sebagai satu sistem yang mengatur hidup dan kehidupan manusia, Islam mengatur berbagai tata hubungan manusia.

        Secara garis besar ruang lingkup agama islam antara lain :
1.      Hubungan manusia dengan penciptanya (Allah swt)

Firman Allah swt :

“Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (Q.S Az-Zariyat : 56)

Hubungan manusia dengan Allah disebut pengabdian (ibadah). Pengabdian manusia bukan untuk kepentingan Allah tidak berkepentingan kepada siapapun, pengabdian itu bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada asal pennciptaannya yaitu Fitrah (kesucian)Nya agar kehidupan agar kehidupan manusia diridhai oleh Allah swt.

2.      Hubungan manusia dengan manusia

Agama Islam memiliki konsep-konsep mengenai kekeluargaan, kemasyarakatan, kenegaraan, perekonomian, dan lain-lain. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran yang berkenaan dengan : hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Seluruh konsep kemasyarakatan yang ada bertumpu pada satu nilai, yaitu saling menolong antara sesama manusia.

Firman Allah :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. (Q.S Al-Maidah : 2)

3.      Hubungan manusia dengan makhluk lain / lingkungannya

Seluruh benda-benda yang diciptakan oleh Allah yang ada di alam ini, mengandung manfaat bagi manusia. Alam raya ini ada tidak terjadi begitu saja, akan tetapi diciptakan oleh Allah dengan sengaja dan dengan hak.

Manusia dikaruniai akal sebagai salah satu kelebihannya, ia juga sebagai khalifah di muka bumi, namun demikian manusia tetap harus terikat dan tunduk pada hukum Allah. Alam diciptakan oleh Allah dan diperuntukkan bagi manusia.

Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang untuk  menggeloa dan mengolah serta memanfaatkan alam ini. Allah berfirma :

“Tidakkah kamu perhatikan, sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin”. (Q.S Luqman : 20)

Islam sebagai agama wahyu yang memberi bimbingan kepada manusia mengenai semua aspek hidup dan kehidupannya. Sebagai agama wahyu terakhir, agama islam merupakan satu system akidah dan syari’ah serta akhlak yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam berbagai hubungan. Ruang lingkup agama islam lebih luas dari pada agama nasrani. Agama islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat termasuk dengan diri manusia itu sendiri tetapi juga dengan alam sekitarnya yang terkenal dengan istilah lingkungan hidup. Menurut Wilfred CantwellSmith, dibandingkan dengan agama lain, agama islam adalah “sui generis” yaitu sesuai dengan wataknya, mempunyai corak dan sifat sendiri dalam jensinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar